Menu Makanan Bergizi Gratis (MBG) untuk balita disalah satu dapur SPPG di wilayah Kecamatan Parakansalak, Kabupaten Sukabumi, menuai sorotan tajam dari masyarakat. Menu yang disajikan dalam program tersebut dinilai tidak sesuai dengan kebutuhan dan peruntukan bagi balita.
Sejumlah masyarakat penerima manfaat mengaku geram dan mempertanyakan kualitas serta kelayakan menu yang diberikan. Mereka menilai makanan yang disalurkan tidak mencerminkan standar gizi yang seharusnya diterima oleh anak usia balita.
“Kami sangat menyayangkan menu yang diberikan. Ini untuk balita, seharusnya disesuaikan dengan kebutuhan gizi mereka, bukan asal diberikan,” ujar salah satu warga penerima manfaat.
Selain itu, masyarakat juga mempertanyakan peran ahli gizi yang seharusnya terlibat dalam penyusunan menu di dapur penyedia, yakni SPPG (Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi).
“Di dapur SPPG kan seharusnya ada ahli gizi. Kami jadi bertanya-tanya, apakah menu ini sudah melalui kajian yang benar atau belum,” tambah warga lainnya.
Program MBG yang sejatinya bertujuan untuk meningkatkan asupan gizi anak-anak, khususnya balita, diharapkan dapat berjalan sesuai standar kesehatan dan kebutuhan usia. Namun, kondisi di lapangan justru menimbulkan polemik di tengah masyarakat.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak pengelola dapur SPPG maupun instansi terkait mengenai keluhan warga tersebut.
Masyarakat berharap adanya evaluasi menyeluruh terhadap pelaksanaan program MBG, khususnya dalam hal penyusunan menu, agar benar-benar sesuai dengan kebutuhan gizi balita dan memberikan manfaat optimal bagi tumbuh kembang anak.
(Red)



