sharegapps.web.id - Sukabumi
Laskar Fiisabilillah Indonesia menyoroti berbagai pemberitaan di sejumlah platform media online terkait kemelut anggaran dana hibah Tahun Anggaran 2025 di wilayah Kabupaten Sukabumi.
Sorotan tersebut disampaikan sebagai bentuk kepedulian terhadap transparansi dan akuntabilitas dalam pengelolaan keuangan daerah, khususnya pada pos dana hibah yang dinilai memiliki dampak langsung terhadap masyarakat.
Ketua Umum Laskar Fiisabilillah Indonesia, Abi Kholil Assubki, menyampaikan bahwa dinamika pemberitaan yang berkembang di media online perlu disikapi secara objektif dan tidak menimbulkan kesimpangsiuran informasi.
“Berbagai informasi yang beredar harus menjadi bahan evaluasi bersama. Kami mendorong agar seluruh pihak terkait dapat memberikan penjelasan secara terbuka kepada publik, sehingga tidak menimbulkan spekulasi yang berlebihan,” ujarnya.
Ia menegaskan bahwa dana hibah merupakan bagian dari anggaran publik yang penggunaannya harus sesuai dengan ketentuan perundang-undangan, serta dapat dipertanggungjawabkan secara transparan kepada masyarakat.
Lebih lanjut, Abi Kholil Assubki juga mengajak seluruh elemen masyarakat, termasuk lembaga pengawas dan organisasi kemasyarakatan, untuk turut serta mengawal proses pengelolaan dana hibah agar berjalan sesuai aturan.
Di sisi lain, pihaknya mengimbau kepada media untuk tetap mengedepankan prinsip keberimbangan dalam pemberitaan, dengan menyajikan informasi yang akurat, berimbang, dan berbasis data.
“Kami berharap semua pihak dapat menjaga kondusivitas daerah, serta mengedepankan klarifikasi dan dialog dalam menyikapi persoalan ini,” tambahnya.
Dengan adanya perhatian dari berbagai pihak, termasuk Laskar Fiisabilillah Indonesia, diharapkan polemik anggaran dana hibah Tahun Anggaran 2025 di Kabupaten Sukabumi dapat segera menemukan kejelasan, sekaligus menjadi momentum untuk memperbaiki tata kelola keuangan daerah yang lebih transparan dan akuntabel.
(Redaksi)



