Diduga Abaikan Kualitas Menu MBG, Dapur SPPG Madaniah Bojonggenteng Dikritik Keras Karang Taruna

Advertisement

Diduga Abaikan Kualitas Menu MBG, Dapur SPPG Madaniah Bojonggenteng Dikritik Keras Karang Taruna

Kamis, 30 April 2026

sharegapps.web.id - Sukabumi

Dugaan upaya memperkaya diri serta menyepelekan kualitas menu bagi penerima Program Makan Bergizi Gratis (MBG) mencuat di wilayah Kecamatan Bojonggenteng, Kabupaten Sukabumi. Sorotan tajam kali ini datang dari Ketua Karang Taruna Kecamatan Bojonggenteng, Saepul Rijal.


Saepul Rijal menilai, pengelolaan dapur SPPG Madaniah Bojonggenteng diduga tidak mengedepankan kualitas makanan yang layak bagi para penerima manfaat, khususnya anak-anak dan kelompok rentan. Ia menyebut persoalan tersebut bukan kali pertama terjadi, melainkan sudah berulang.


“Ini bukan kejadian baru. Kami melihat pola yang terus berulang, di mana menu yang disajikan jauh dari standar kelayakan. Ini sangat memprihatinkan,” ujar Saepul Rijal kepada awak media.


Menurutnya, program MBG sejatinya memiliki tujuan mulia untuk meningkatkan gizi masyarakat, terutama bagi anak-anak. Namun jika dalam pelaksanaannya justru ditemukan indikasi penurunan kualitas menu, maka hal tersebut patut dipertanyakan.


Lebih lanjut, ia juga menyoroti adanya dugaan praktik yang mengarah pada upaya memperkaya diri oleh oknum tertentu dalam pengelolaan dapur. Hal ini dinilai dapat merugikan penerima manfaat serta mencederai tujuan utama program pemerintah.


“Kalau benar ada praktik memperkaya diri, ini jelas tidak bisa ditolerir. Program ini untuk masyarakat, bukan untuk kepentingan pribadi atau kelompok tertentu,” tegasnya.


Karang Taruna Kecamatan Bojonggenteng mendesak agar pihak terkait, baik pengelola program maupun instansi berwenang, segera melakukan evaluasi menyeluruh terhadap operasional dapur SPPG Madaniah. Transparansi dalam pengelolaan anggaran serta pengawasan kualitas makanan dinilai menjadi hal yang sangat penting.


Selain itu, Saepul Rijal juga meminta adanya tindakan tegas jika terbukti terjadi pelanggaran, agar kejadian serupa tidak terus berulang di kemudian hari.


“Harus ada evaluasi dan tindakan nyata. Jangan sampai program yang seharusnya membantu masyarakat justru menjadi ladang penyimpangan,” pungkasnya.


Hingga berita ini diturunkan, pihak pengelola Dapur SPPG Madaniah Bojonggenteng belum memberikan keterangan resmi terkait dugaan tersebut.


(Red)