Pasca Longsor Terjang Perum BMI 3 Cibunar Jaya, Ketiadaan TPT Jadi Sorotan Tajam Pemerhati Lokal

Advertisement

Pasca Longsor Terjang Perum BMI 3 Cibunar Jaya, Ketiadaan TPT Jadi Sorotan Tajam Pemerhati Lokal

Kamis, 14 Mei 2026

 

sharegapps.web.id - SUKABUMI

Pembangunan infrastruktur di Perumahan BMI 3, RT 06/ RW 09 Desa Cibunar Jaya, Kecamatan Ciambar, Kabupaten Sukabumi, kini tengah berada di bawah pengawasan ketat pemerhati lokal dan masyarakat. Hal ini dipicu oleh bencana tanah longsor yang menimpa salah satu unit rumah warga hingga mengalami kerusakan berat pada bagian kamar dan dapur.


Bencana yang terjadi belum lama ini memaksa penghuni rumah harus meninggalkan kediamannya dan mengungsi sementara ke kantor pemasaran Perum BMI demi keamanan jiwa.


Fakta Lapangan: Tembok Dapur Beradu Tanah

Berdasarkan investigasi tim di lapangan dan keterangan sejumlah tokoh masyarakat, ditemukan fakta memprihatinkan bahwa di area terdampak diduga kuat tidak terdapat konstruksi Tembok Penahan Tanah (TPT) yang memadai.


Kondisi tanah perbukitan atau tebing di sekitar hunian warga tampak langsung bersentuhan dengan dinding bangunan rumah tanpa adanya penyangga teknis. Akibatnya, saat intensitas hujan tinggi, tanah tidak mampu tertahan dan langsung menghantam struktur bangunan.


"Informasi dari tim di lapangan memang mengonfirmasi tidak adanya TPT. Jadi, tanah warga itu langsung berbatasan dengan tembok dapur. Ini sangat berisiko, terutama di wilayah dengan kontur tanah seperti di Ciambar," ujar salah seorang tokoh pemuda setempat.



Sorotan Pemerhati Lokal

Ketiadaan TPT di area rawan longsor ini memancing reaksi keras dari pengamat kebijakan pembangunan lokal. Mereka mempertanyakan standar prosedur operasional (SOP) keamanan pematangan lahan yang dilakukan oleh pihak pengembang.


"Pembangunan perumahan di daerah perbukitan wajib memperhatikan aspek geoteknik. TPT bukan sekadar pelengkap, tapi syarat mutlak keselamatan penghuni. Jika benar TPT itu absen, maka ini adalah kelalaian serius yang merugikan konsumen," tegas salah satu pemerhati lokal.


Kondisi Korban

Saat ini, korban yang rumahnya hancur di bagian belakang masih menempati kantor pemasaran Perum BMI 3. Meski tidak ada korban jiwa dalam insiden tersebut, kerugian material ditaksir mencapai puluhan juta rupiah.


Warga dan para tokoh mendesak pihak pengembang segera melakukan langkah konkret, tidak hanya memberikan kompensasi bagi korban, tetapi juga membangun TPT permanen di seluruh titik rawan guna mencegah bencana serupa terulang kembali di masa mendatang.


Hingga berita ini diturunkan, tim redaksi masih berupaya menghubungi pihak pengelola Perumahan BMI 3 dan dinas terkait untuk mendapatkan klarifikasi lebih lanjut mengenai izin mendirikan bangunan dan standar keamanan pemukiman di lokasi tersebut.



Reporter:Tim Redaksi

Editor:Sharegapps