sharegapps.web id - SUKABUMI
[Jum'at, 5/6/2026] – Suasana santai namun penuh esensi terlihat di ruang Kepala Sekolah SMP Negeri 1 Parungkuda, Kabupaten Sukabumi. Usai menghadiri rapat sosialisasi formal terkait Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) — yang sebelumnya sering disebut sebagai Seleksi Penerimaan Murid Baru (SPMB) — Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Sukabumi Deden Sumpena, S.Pd.I., S.Ip., KP., M.Si. memilih tidak langsung beranjak pulang.
Ia meluangkan waktu untuk duduk bersama, "ngobrol santai" (ngonsan) dengan Camat Parungkuda, para Kepala Desa se-Kecamatan Parungkuda, serta Kepala Sekolah SMPN 1 dan SMPN 2 Parungkuda.
Obrolan yang ditemani cangkir kopi ini menjadi ruang diskusi dua arah yang hangat. Jika dalam rapat formal penyampaian regulasi cenderung kaku, dalam forum tidak resmi ini para kepala desa justru lebih leluasa menyampaikan dinamika lapangan yang sering dihadapi warga saat musim pendaftaran sekolah tiba.
Cari Solusi "Akrab" untuk PPDB/SPMB
Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Sukabumi menyampaikan bahwa komunikasi informal seperti ini sangat efektif untuk menyamakan persepsi antara pembuat kebijakan di tingkat kabupaten, pemangku wilayah di kecamatan/desa, dan pihak sekolah sebagai pelaksana teknis.
"Lewat obrolan santai ini, kita bisa memetakan masalah zonasi, kuota, hingga jalur afirmasi secara lebih rileks. Target kita sama: memastikan anak-anak di wilayah Parungkuda mendapatkan hak akses pendidikan yang adil dan merata," ujarnya.
Camat Parungkuda bersama para kepala desa menyambut baik ruang diskusi ini. Pasalnya, pihak pemerintahan desa kerap menjadi tempat pertama warga mengadu atau meminta surat keterangan terkait domisili dan prasejahtera untuk keperluan pendaftaran sekolah anak mereka.
Sinergi SMPN 1 dan SMPN 2 Parungkuda
Di sisi lain, Kepala Sekolah SMPN 1 dan SMPN 2 Parungkuda yang ikut dalam obrolan tersebut berkomitmen untuk menjaga transparansi dan objektivitas selama proses seleksi masuk berlangsung. Melalui sinergi dengan aparatur kecamatan dan desa, diharapkan potensi gesekan atau kesalahpahaman informasi di tengah masyarakat bisa ditekan seminimal mungkin.
Pertemuan yang berlangsung hangat di ruang kerja kepala sekolah tersebut diakhiri dengan kesepakatan bersama untuk saling mengawal jalannya proses PPDB/SPMB tahun ini agar berjalan lancar, kondusif, dan sukses tanpa ekses.
(Yugo)



