Sikapi Kontroversi 'Ngoet Fest', Ketum Laskar Fiisabilillah Abi Kholil Assubki Datangi Santasea dan Dispora

Advertisement

Sikapi Kontroversi 'Ngoet Fest', Ketum Laskar Fiisabilillah Abi Kholil Assubki Datangi Santasea dan Dispora

SHAREGAPPS.WEB.ID
Kamis, 24 September 2026



sharegapps.web.id - SUKABUMI

Ketua Umum Laskar Fiisabilillah Indonesia, Abi Kholil Assubki, mendatangi kawasan objek wisata Santasea Waterpark, Citamiang, Kota Sukabumi. Kedatangan jajaran Laskar Fiisabilillah Indonesia tersebut dilakukan untuk mempertanyakan serta mengevaluasi secara langsung penyelenggaraan acara Ngoet Fest x SantaSea yang sempat digelar pada Sabtu (19/9/2026) lalu.

Acara musik bertajuk pool party (pesta kolam) itu menjadi sorotan tajam publik dan memicu reaksi dari berbagai pihak. Selain dinilai tidak selaras dengan norma keagamaan, nilai sosial, serta kearifan lokal masyarakat Sukabumi, acara tersebut belakangan diketahui digelar tanpa koordinasi dan izin resmi dari dinas terkait.

Dalam kesempatan tersebut, Ketua Umum Laskar Fiisabilillah Indonesia, Abi Kholil Assubki, menegaskan bahwa kedatangan organisasinya merupakan langkah nyata dalam menjaga kondusivitas, moralitas, serta adat budaya lokal Kota Sukabumi.

"Kota Sukabumi memiliki nilai-nilai religius dan norma budaya yang harus dihormati oleh siapa pun penyelenggara acara di kota ini. Kegiatan yang memicu keresahan warga serta berpotensi mencederai moralitas harus dievaluasi secara menyeluruh agar kejadian serupa tidak terulang kembali," ujar perwakilan Laskar Fiisabilillah di lokasi.



Di arena Santasea Waterpark, jajaran pengurus Laskar Fiisabilillah Indonesia menggelar pertemuan tertutup bersama pihak Manajemen Santasea Waterpark, yang turut dihadiri oleh Kepala Dinas Pemuda, Olahraga, dan Pariwisata (Disporapar) Kota Sukabumi beserta Kepala Bidang (Kabid) terkait.

Selain menggelar audiensi langsung, massa pengurus Laskar Fiisabilillah Indonesia juga melakukan peninjauan langsung (onsite) ke area panggung dan wahana kolam renang di dalam Santasea Waterpark untuk memastikan detail lokasi yang digunakan dalam acara Ngoet Fest tersebut.

Dari hasil pertemuan dan evaluasi tersebut, pihak Disporapar menegaskan telah melayangkan teguran keras kepada manajemen pengelola wahana. Di sisi lain, pihak pengelola juga telah menyampaikan permohonan maaf secara terbuka kepada masyarakat atas kegaduhan dan ketidaknyamanan yang ditimbulkan.



Saat ini, pihak kepolisian dari Satreskrim Polres Sukabumi Kota juga tengah melakukan penyelidikan mendalam dan pemanggilan terhadap pihak-pihak terkait untuk dimintai klarifikasi mengenai pelaksanaan acara tanpa izin tersebut.

Laskar Fiisabilillah Indonesia mengimbau kepada seluruh pengelola tempat wisata dan event organizer di Sukabumi agar lebih selektif serta menaati prosedur perizinan resmi dan norma hukum yang berlaku sebelum menggelar suatu acara.

(Redaksi)