Merasa Dituduh Tanpa Dasar, Staf Puskesmas di Sukabumi Buka Suara Terkait Aduan Mantan Suami Kedua

Advertisement

Merasa Dituduh Tanpa Dasar, Staf Puskesmas di Sukabumi Buka Suara Terkait Aduan Mantan Suami Kedua

SHAREGAPPS.WEB.ID
Sabtu, 25 Juli 2026

sharegapps.web.id - SUKABUMI

Seorang staf pelayan kesehatan di salah satu Puskesmas di wilayah Kabupaten Sukabumi, sebut saja Mrs. T, memberikan klarifikasi tegas terkait laporan dan tuduhan tidak mendasar yang dilayangkan oleh mantan suami keduanya. Beliau menilai aduan tersebut berbanding terbalik dengan fakta kehidupan rumah tangga yang dijalaninya selama ini.


Dalam keterangannya saat ditemui awak media, Mrs. T mengungkapkan bahwa tuduhan mengenai persoalan finansial dan dugaan klaim utang yang disudutkan kepadanya sangatlah keliru. Menurutnya, aset yang dipermasalahkan justru bersumber dari hasil jerih payahnya sendiri sebelum menikah, bahkan sebagian dijual demi menutup beban finansial mantan suami keduanya.


Fakta Kepemilikan Rumah dan Aset

Ia menjelaskan bahwa aset berupa satu unit rumah hunian yang kerap disinggung telah dimilikinya jauh sebelum ia melangsungkan pernikahan dengan mantan suami keduanya tersebut. Rumah tersebut secara legal tercatat atas nama adik kandungnya.


"Sebelum menikah, rumah itu memang sudah ada atas nama adik saya. Selama kami menikah, nafkah bulanan yang disetorkan oleh dia dialokasikan untuk membantu cicilan rumah. Namun ironisnya, setelah berpisah, setoran nafkah bulanan tersebut justru diperhitungkan dan diklaim sebagai utang saya kepadanya," ungkapnya saat diwawancarai.


Tak hanya persoalan rumah, ia juga membeberkan pengorbanan finansial lain yang pernah dilakukannya demi mendukung pendidikan saya.


"Saya bahkan pernah menjual satu unit mobil Toyota Agya milik saya. Uang hasil penjualan mobil tersebut digunakan untuk membayar beban dan kebutuhan biaya kuliah saya semasa kami masih bersama," lanjutnya.


Ia menegaskan bahwa selama mengarungi bahtera rumah tangga bersama suami keduanya itu, ia merasa tidak pernah mendapatkan nafkah lahir yang utuh sebagaimana mestinya. Sebaliknya, ia justru harus menanggung beban finansial dari sang suami.


Dituduh Berselingkuh, Tegaskan Hanya Urusan Anak

Selain persoalan materi, tuduhan miring juga diarahkan kepadanya terkait dugaan hubungan gelap dengan mantan suami pertamanya. Menanggapi hal tersebut, ia membantah keras dan memberikan klarifikasi logis.


Menurutnya, komunikasi maupun pertemuan yang terjadi antara dirinya dan mantan suami pertama semata-mata didasari oleh hubungan antara anak dan ayah kandungnya.


"Tuduhan selingkuh itu sama sekali tidak benar. Komunikasi kami terjadi murni karena faktor anak. Anak saya masih membutuhkan sosok ayahnya dan ingin bertemu dengan ayah kandungnya. Sebagai ibu, saya tidak boleh memutuskan tali silaturahmi antara anak dan orang tuanya," tegasnya.


Atas aduan yang terkesan dipaksakan dan tidak mendasar tersebut, ia berharap publik dan pihak-pihak terkait dapat melihat persoalan ini secara jernih dan obyektif berdasarkan bukti-bukti faktual yang ada, bukan sekadar opini sepihak yang merugikan nama baiknya.


(Yugo)