Perkuat Amalan Aswaja, MWC NU Parungkuda Gelar Syahriahan di Ponpes Nurul Aziziyah

Advertisement

Perkuat Amalan Aswaja, MWC NU Parungkuda Gelar Syahriahan di Ponpes Nurul Aziziyah

Sabtu, 30 Mei 2026


sharegapps.web.id. SUKABUMI – Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWC NU) Kecamatan Parungkuda kembali menggelar kegiatan rutin Syahriahan. Kali ini, kegiatan dipusatkan di Pondok Pesantren Nurul Aziziyah, Jl. PLN 2, Kampung Babakan, Desa Sundawenang, Kecamatan Parungkuda, Kabupaten Sukabumi, Sabtu (30/5/2026).


Acara yang dihadiri oleh jajaran pengurus MWC NU, ranting, serta para jemaah dan santri ini diawali dengan pembukaan formal yang dipandu oleh Ustadz Jetli selaku pembawa acara. 


Memasuki agenda utama, suasana mendadak khidmat saat KH. Mahfudz memimpin pembacaan Doa Istighozah. Gema zikir dan doa keselamatan membubung tinggi, mengharap keberkahan untuk umat, bangsa, dan jam'iyah NU.



Lantunan ayat suci Al-Qur'an yang dibacakan setelahnya semakin menambah kekhusyukan acara, menyejukkan hati seluruh jemaah yang hadir memenuhi area pesantren.


Sambutan Ketua Tanfidziyah: Apresiasi Kebersamaan

Ketua Tanfidziyah MWC NU Kecamatan Parungkuda, KH. Syamsul Mu'arif, M.MPd, yang dalam kesempatan ini juga bertindak sebagai shohibul bait (tuan rumah) pimpinan Ponpes Nurul Aziziyah, menyampaikan rasa syukur dan terima kasihnya atas kehadiran para pengurus dan jemaah.


"Syahriahan ini bukan sekadar rutinitas, melainkan momentum penting untuk merapatkan barisan, memperkuat silaturahmi, sekaligus menimba ilmu. Kami selaku tuan rumah sangat bahagia Ponpes Nurul Aziziyah bisa menjadi tempat berkumpulnya para ulama dan jemaah," ujar KH. Syamsul Mu'arif dalam sambutannya.



Bedah Kitab Al-Risalah Ahlusunah Wal Jama'ah

Acara inti diisi dengan kuliah ilmiah keagamaan yang disampaikan oleh KH. Choerudin Alby, S.Pdi. Beliau merupakan Ketua Syuriah MWC NU Kecamatan Parungkuda sekaligus Pimpinan Pondok Pesantren Al-Rihlah.


Pada Syahriahan kali ini, KH. Choerudin Alby membedah kitab Al-Risalah Ahlusunah Wal Jama'ah karya Hadratussyaikh KH. Hasyim Asy'ari. Dalam pemaparannya, beliau menekankan pentingnya menjaga kemurnian akidah dan amalan ala Ahlussunnah wal Jama'ah An-Nahdliyah di tengah tantangan zaman yang semakin kompleks.


"Memahami kitab ini adalah kunci agar kita tidak mudah goyah. Sanad keilmuan yang jelas dan kokoh dalam NU adalah benteng kita dalam beragama dan bernegara," tegas KH. Choerudin Alby di hadapan jemaah.


Acara Syahriahan ini berjalan dengan lancar dan ditutup dengan ramah tamah antarpengurus guna membahas program kerja kemaslahatan umat di wilayah Kecamatan Parungkuda ke depan. 


(Yugo)