Menjelang datangnya bulan suci Ramadan, Paguyuban Mitra Dapur SPPG se-Kecamatan Parakansalak menggelar rapat konsolidasi bersama Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimcam) Kecamatan Parakansalak. Kegiatan ini mengusung tema “Membangun Sinergi, Meningkatkan Kualitas” dan dilaksanakan di Aula Resto & Venue Sagolicious, Parungkuda, Kabupaten Sukabumi pada Selasa (17/2/2026).
Rapat yang berlangsung penuh keakraban tersebut dihadiri unsur Forkopimcam Parakansalak, SPPG Bojongasih, SPPG Bojonglongok 1, SPPG Bojonglongok 2, SPPG Bojonglongok 3, SPPG Sukakersa, dan SPPG Lebaksari, Danramil Parakansalak, Kapolsek Parakansalak, serta Camat Parakansalak, Kepala Puskesmas, Kepala UPT KB Parakansalak serta Paguyuban Mitra Dapur SPPG Kecamatan Parakansalak.
Koordinator SPPG Kecamatan Parakansalak, Imam Faisal Arizwani, menjelaskan bahwa konsolidasi kali ini membahas teknis pelaksanaan MBG selama Ramadhan, termasuk penyesuaian menu dan jadwal operasional dapur.
“Agenda hari ini terkait konsolidasi program MBG di bulan Ramadhan. Mekanisme yang disepakati, menu yang disalurkan berupa makanan kering dan dibawa pulang oleh penerima manfaat untuk dikonsumsi saat berbuka puasa,” ujar Imam.
Ia menambahkan, operasional dapur MBG sementara dihentikan mulai 16 hingga 22 Februari 2026 dan akan kembali berjalan pada 23 Februari 2026 hingga ada informasi lanjutan.
“Untuk sementara, jumlah total penerima manfaat se-Kecamatan Parakansalak mencapai kurang lebih 16 ribu orang,” ungkapnya.
Selain itu, konsolidasi juga membahas rencana penambahan dapur MBG. Faisal menyebutkan, saat ini terdapat dua dapur yang sudah memasuki tahap persiapan, yakni di wilayah Pajagan dan Walagri, sementara satu dapur lainnya masih dalam tahap wacana.
“Kami akan melakukan evaluasi secara rutin setiap bulan untuk melihat efektivitas program dan dampaknya terhadap penerima manfaat,” katanya.
Sementara itu, Ketua Asosiasi Pengusaha dan Pengolah Dapur MBG Kabupaten Sukabumi, Filbi Rinjani, menyampaikan bahwa konsolidasi ini sejalan dengan upaya mendukung target nasional dalam menyukseskan program Badan Gizi Nasional.
“Alhamdulillah, konsolidasi ini menjadi bagian dari upaya kita bersama untuk mensukseskan program MBG sebagaimana target Bapak Presiden Prabowo Subianto, dengan melibatkan seluruh leading sector di tingkat Kecamatan,” ujar Filbi.
Menurutnya, konsolidasi juga membahas program pemberdayaan ekonomi masyarakat, khususnya UMKM dan sektor pertanian.
“Setiap dapur MBG diarahkan untuk membina dan melibatkan UMKM serta kelompok tani. Tujuannya agar program ini tidak hanya berdampak pada pemenuhan gizi, tetapi juga menggerakkan ekonomi lokal,” jelas Filbi.
Terkait adanya wacana pembukaan dapur baru, ia menyebut paguyuban sepakat untuk menjaga stabilitas dapur yang sudah berjalan.
“Kekhawatiran kami adalah terganggunya stabilitas penerima manfaat. Karena itu, paguyuban berencana menyampaikan aspirasi melalui surat kepada Direktorat Sistem Tata Kelola Badan Gizi Nasional,” tambahnya.
Meski demikian, ia menegaskan bahwa langkah tersebut merupakan bagian dari koordinasi dan komunikasi konstruktif.
“Keputusan tetap ada di pemerintah. Harapan kami, semua kebijakan bisa mempertimbangkan kondisi di lapangan agar program MBG berjalan berkelanjutan dan tepat sasaran,” pungkasnya.
Melalui rapat konsolidasi ini, diharapkan terbangun sinergi yang semakin solid antara paguyuban mitra dapur SPPG dan Forkopimcam Parakansalak, sehingga pelayanan kepada masyarakat selama bulan suci Ramadhan dapat berjalan dengan lancar, aman, dan berkualitas serta sesuai dengan harapan Presiden kita menuju Indonesia Generasi Emas 2045.
(Yugo)




